Nabi Ilyas alaihi salam adalah keturunan keempat dari Nabi Harun AS. Dia tinggal di timur Sungai Jordan. Nabi Ilyas AS diutus Allah untuk berdakwah kepada kaum Balabak, keturunan Bani Israil. Penduduk Balabak tinggal di Kota Fenisia, sebelah barat Damaskus. Mereka adalah kaum penyembah patung bernama Bala. Nabi Ilyas berusana mengajak Kaum Balabak untuk menyembah Allah. Tapi mereka menentang keras, bahkan mengejar-ngejar Nabi Ilyas AS dan berencana membunuhnya.
Allah kemudian menurunkan azab berupa kemarau yang panjang. Karena air sangat langka, orang-orang pun berkelahi untuk memperebutkannya. Tak sedikit yang meninggal karena kehausan. Kaum Ba'labak kemudian sadar, mereka lalu mencari Nabi Ilyas AS untuk bertobat. "Wahai Ilyas, maafkanlah kami, cabutlah bencana ini, tolong kami," rintih mereka.
Nabi Ilyas AS memaafkan mereka dan kemudian berdoa memohon kepada Allah. "Ti. tik... tik..." hujan kemudian turun dengan deras. Kota tempat tinggal Kaum Ba'labak kembali subur dan makmur. Semua orang bersyukur kepada Allah. Tapi hal itu tak berlangsung lama. Mereka lalu lupa diri dan kembali ingkar kepada Allah.
Karena hati kaum Balabak ini sungguh keras, Nabi Ilyas AS pun pergi meninggalkan mereka. Allah kemudian menurunkan azab yang lebin pedih. Kemarau lebih panjang dari sebelumnya. Orang-orang kepanasan. Tak ada lagi yang dapat menolong.
HIKMAH :
Nabi Ilyas AS sangat bersemangat dalam menyeru orang-orang untuk kembali ke jalan kebenaran. Dia tak lelah diejek dan ditentang. Jalan dakwah memang terjal dan perih. Dibutuhkan semangat tinggi dan sikap pantang menyerah. Allah akan memberi pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang menyeru kepada kebaikan.
"Barang siapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya. Hal tersebut tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barang siapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
simak video dibawah ini untuk cerita lebih lanjut :
0 Comments